Cara Membaca Bar SRelaskop

Alat ukur Spiegel Relaskop tentunya tidak asing lagi bagi surveyor lingkup instansi kehutanan yang menggunakan alat tersebut. Tapi bagaimana di bidang akademik lingkup kehutanan. Tidak semua dapat memilikinya. Sehingga penggunaan Spiegel Relaskop tidak dapat dilakukan secara maksimal. Ketidakmaksimalan tersebut pernah menjadi temuan kami di lapangan saat pengukuran diameter pada kondisi lapangan yang tidak datar.

Penggunaan Spiegel Relaskop pada dasarnya menghendaki lapangan yang relatif datar. Pengukuran dimensi pohon pada hutan tanaman masih dapat dikatakan tidak mengundang kendala. Namun pada hutan rimba sering menghadapi berbagai kendala, lapangan pada umumnya relatif tidak datar. Disamping itu pula tingkat kerapatan umumnya relatif tinggi dengan sebaran yang tak teratur.

Bagaimana cara menggunakannya pada lapangan jika kondisinya tidak datar (relatif datar) ?. Mengingat rumusan dasar hanya diperuntukan lapangan yang datar, maka untuk lapangan yang relatif datar perlu dilakukan penyesuaian rumus agar diperoleh data yang akurat, yaitu memperhatikan besaran sudut lapangan (lereng). Untuk itu dapat disimak klik SPIEGEL.

Tentang a2karim99

Member MNI (mantan pengajar Fakultas Kehutanan UnLaM, Kalimantan Selatan, Indonesia sejak 1 Juli 2011)
Pos ini dipublikasikan di Diameter, Spiegel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s