%lereng

Secara matematik satuan sudut dalam persen (%) dan dalam derajat dapat diidentikkan; dengan kata lain berbanding-lurus setiap perubahan persen ke derajat atau sebaliknya. Ini terjadi dengan dasar pemikiran tingginya bidang tegak sebanding dengan panjangnya bidang datar.

Kesebandingan tersebut menyebabkan terbentuk bidang segitiga samasisi, yaitu satu sisi di bidang tegak dan sisi yang lain di bidang datar. Kedua sisi ini yang selanjutnya dinyatakan sebagai tinggi pohon dan jarak datar antara pembidik & pohon.

Jika demikian maka kedua sisi membuat sudut lancip yang sama yaitu 45⁰. Dalam rumusan trigoneometri dinyatakan sebagai tg(45⁰) = 1. Nilai 1 (satu) ini dipersamaan (diidentikan) dengan nilai 100/100 atau 100%; sehingga dinyatakan 45⁰ ≈ 100% (≈ dibaca dipersamakan atau diidentikan).

Berdasarkan kesamaaan 45⁰ ≈ 100% ini dikembangkan untuk 0⁰ = 0% dan 90⁰ = 200%. Namun nyatanya perubahan antara kesamaan sudut yang satu dengan kesamaan sudut yang lain tidak berbanding-lurus, tetapi terjadi pergeseran nilai. Pergeseran nilai ini disebabkan karena perbandingan tinggi bidang tegak tidak selalu sebanding dengan panjang bidang datar. Atau dengan kata lain jarak pembidik ke pohon tidak samadengan tinggi pohon yang dibidik.

Terkait dengan kesepakatan “kondisi lapangan miring atau saat pembidikan setinggi mata membentuk bidang miring”, jika %lereng (%sudut) yang dibentuk melebihi 10% tidak dapat dipersamakan dengan sudut-derajat 4,5⁰ (4⁰30’). Karena rentangan besaran nilai sudut antara 0⁰ hingga 45⁰ tidak berbanding-lurus dengan %lereng 0% hingga 100%. Demikian untuk rentangan nilai sudut 45⁰ hingga 90⁰ tidak berbanding-lurus dengan %lereng 100% hingga 200%. Clinometer misalnya untuk 10% sekitar 5⁰45’. Lain lagi dengan Hagameter; untuk 10% dengan jarak 30 meter sekitar 3⁰, dengan jarak 25 meter sekitar 2,5⁰, jarak 20 meter sekitar 2⁰ dan jarak 15 meter sekitar 1,5⁰.

Memperhatikan ketidaksamaan nilai kesamaan sudut antara perubahan secara matematik dan yang tertera dalam alat ukur tinggi, maka saat menentukan kelerengan (kemiringan lapangan) atau pembidikan miring sebaiknya menggunakan %lereng atau baca sudut-derajatnya saat %lereng 10%.

Semua uraian di atas agar saat perhitungan koreksi jarak tidak terjadi kesalahan hitung. Juga sekaligus mengkoreksi artikel dan tulisan kami yang pernah ditayangkan sebelumnya dan belum diperbaiki (koreksi). Terima kasih.

Tentang a2karim99

Member MNI (mantan pengajar Fakultas Kehutanan UnLaM, Kalimantan Selatan, Indonesia sejak 1 Juli 2011)
Pos ini dipublikasikan di Derajat, Persen, Skala, Tinggi, Ukuran dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s