Koreksi Volume Batang Pohon

Dialog singkat di atas terjadi saat saya mengunjungi mahasiswa PKL (Praktek Kerja Lapang) di Hutan Pendidkan Mandiangin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (sekitar 6-7 tahun lewat).

Prinsip dasar dimensi pohon yang digunakan dalam perhitungan volume terdiri dari :
1. sebagian dimensi pohon tidak bisa diukur langsung (estimate) dan
2. seluruh dimensi pohon bisa dlukur langsung (direct).

Dimensi batang pohon yang dimaksud, jika:
a. batang pohon masih berdiri (belum ditebang/direbahkan) adalah diameter-batang, diameter-batang dan tinggi batang; atau keliling dan tinggi batang. Pengukuran diameter atau keliling batang dilakukan setinggi dada.
b. batang pohon sudah ditebang adalah diameter bontos pangkal & ujung (masing-masing diukur dua kali) dan panjang batang.

Dari kedua poin di atas (a dan b) nampak jelas bahwa
@ untuk poin a; diameter atau keliling ujung batang tidak bisa diukur langsung. Juga tinggi batang pohon tidak bisa diukur langsung, tetapi diduga melalui alat ukur tinggi. Andai kata kita bisa setiap saat mengukur langsung diameter atau keliling ujung untuk diameter atau keliling tertentu dan mengukur tingginya dari permukaan tanah secara langsung, maka perhitungan volume batang tersebut tidak perlu dikoreksi.
Ini biasanya hanya terjadi pada penelitian. Sedangkan pada kerja lapangan tidak pernah dilakukan (pekerjaan yang sia-sia). Oleh karena itu dalam perhitungan volume batang pohon berdiri dilakukan koreksi. Secara umum nilai koreksi tersebut sebesar 0,7, sebagai dasar koreksi terhadap volume silinder.
@ untuk poin b; semua dimensi pohon bisa diukur langsung, sehingga tidak diperlukan koreksi. Karena disini tidak ada satu pun ukuran dimensi batang yang diduga; dan diameter atau keliling yang dihitung merupakan hasil rata-ratanya. Jadi menggunakan rumus dasar perhitungan silinder.

Jadi jelaslah sudah bahwa tidak ada satu alasan pun untuk menyatakan perhitungan volume kayu bulat perlu dikoreksi.

Sebagai tambahan bahwa diameter dan tinggi yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat ukur Spiegel Relaskop bisa dilakukan dengan pendugaan. Ini biasanya dilakukan saat kegiatan inventarisasi dengan menggunakan lingkaran maya. Dalam pengukuran biasa diharapkan diameter diukur langsung, kecuali kondisi lapangan tidak memungkinkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s