Hanya 1 Titiksilang

Selama ini pada diafragma terdapat 3 atau 5 benangsilang yang terdapat dalam teropong pesawat ukur lahan. Hasil persilangan ketiga atau kelima benangsilang tersebut diperoleh tiga atau lima titiksilang.

Berbagai penyebab yang mungkin mengapa titiksilang pada diafragma menjadi rusak. Sebenarnya titiksilang tersebut masih ada, namun karena pewarnanya (biasanya warna hitam) hilang maka tidak lagi terlihat. Ini mungkin antara lain termakan oleh waktu atau disebabkan jamur. Biasanya titiksilang yang masih tersisa yaitu yang berada ditengah-tengah (lihat ilustrasi).

Bagaimana menyiasati agar pesawat ukur dengan satu titiksilang masih dapat dimanfaatkan untuk menentukan jarak datarnya? Simak Hanya 1TS

Tentang a2karim99

Member MNI (mantan pengajar Fakultas Kehutanan UnLaM, Kalimantan Selatan, Indonesia sejak 1 Juli 2011)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s