Rancangannya apa Pa?

Artikel ini mencuat karena seringnya kami ditanya oleh para mahasiswa yang akan melakukan penelitian/tugas akhir. Pa rancangan penilitian saya ini apa? Apa sudah benar pa, rancangan (pola) yang saya buat ini? dan banyak lagi pertanyaan2 lain yang intinya di sekitar pola rancangan, model, rumusan, metode survey dan lain2nya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya sangat mendasar. Namun bagi peneliti pemula, kita memakluminya.

Beragamnya pola percobaan umumnya tergantung dari pengaruh kondisi liingkungan, luasan lokasi pengamatan dan berbagai perlakuan yang dicobakan. Secara sederhana, apakah rencana lokasi penelitian/pengamatan berada di lapangan atau pada ruang yang cukup luas.

Jika rencana lokasi berada pada ruang yang cukup luas (di lapangan misalnya), maka pola percobaannya cenderung berupa blok. Karena disini kemungkinan banyaknya faktor lingkungan yang mempengaruhi. Misalnya pengaruh angin, pencahayaan dan juga kemiringan lapangan. Kemiringan lapangan berkaitan erat dengan terlarutnya unsur hara permukaan. Jadi rancangannya berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK).
Jika rencana lokasi berada di lapangan dengan luasan yang sempit (tidak begitu luas), misalnya seluas lebih kurang lapangan volly atau footsall, maka rancangannya cenderung berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL). Biasanya kondisi lingkungan lebih seragam dengan lapangan relatif datar. Namun demikian perlu diperhatikan, bila luasan tersebut berada di bawah tajuk dan pengamatannya terkait dengan pertumbuhan anakan, maka kecendrungan percobaannya adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Ini mengingat cahaya yang masuk hingga ke lantai tegakan tidak merata. Khusus percobaan laboratorium (dalam ruangan) dengan tanpa pengubah kondisi ruang, maka lebih cenderung menggunakan RAL.

Selanjutnya bagaimana dengan perlakuan-perlakuan yang diberikan, apakah berupa perlakuan tunggal, dua perlakuan atau lebih yang saling berinteraksi. Jika menggunakan perlakuan tunggal maka kedua rancangan di atas tetap dinyatakan sebagai RAK atau RAL. Jika menggunakan 2 perlakuan atau lebih yang saling berinteraksi, maka kedua percobaan di atas dinyatakan sebagai Rancangan Acak Kelompok Faktorial RAKF atau Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF).

Tentang a2karim99

Member MNI (mantan pengajar Fakultas Kehutanan UnLaM, Kalimantan Selatan, Indonesia sejak 1 Juli 2011)
Pos ini dipublikasikan di Rancangan, Rumusan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s