Kasus Uji Fisher

Untuk insan peneliti atau insan akademik yang doyan meneliti dan hasil percobaannya terkait dengan uji Fisher tidak jadi masalah. Tapi di luar itu semua termasuk mahasiswa tidak jarang membuat kepala pusing. Apalagi bagi mahasiswa yang dosen pembimbingnya tidak banyak mengetahui pemahaman statistik secara umum. Disini kami mencoba berbagi pengalaman untuk meringankan kepala, paling-tidak dapat tersenyum kecil.
Kasus uji Fisher yang di bagi ini menyangkut jika F-hitung lebih kecil dari (bernilai 0) dan cara menentukan nilai Ftabel yaitu Fa(db1;db2). Untuk db1 bisa berupa db kelompok (= blok) atau perlakuan; posisi pada lajur dalam tabel Fisher. Untuk db2 berupa db Galat-percobaan; posisi pada baris dalam tabel Fisher . (a = alpa; db = derajat bebas)

Kasus Fhitung perlakuan
Jika Fhitung lebih besar atau lebih kecil (masih lebih besar dari 1) untuk salah duga sebesar alpa dengan (db1;db2) tidak jadi masalah. Yang jarang terjadi adalah nilai Fhitung lebih kecil dari 1. Misal 0,sekian. Untuk sementara mungkin dapat kita nyatakan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata pada salah duga sebesar alpa. Timbul pertanyaan apakah dapat dibenarkan secara statistik. Karena ada kemungkinan nilai 0,sekian (lebih kecil dari 1) ternyata menunjukkan perbedaan yang nyata. Untuk itu perlu ditelaah lebih dulu dengan uji 1/F (dibaca se-per F). F disini maksudnya Fhitung.
Jika nilai 1/F “lebih besar dari” alpa = 0,05; berarti benar perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh terhadap respon. Jika tidak yaitu “lebih kecil dari”berarti perlakuan yang diberikan berpengaruh terhadap respon.


Contoh : Fhitung perlakuan = 0,1568 dan F0,05(4;15) = 3,0556
Untuk itu : 1/F = 1/0,1568 = 6,3774. Nilai 1/F “lebih besar dari” 0,05, berarti benar perlakuan tidak/belum menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap respon.

Kasus Fhitung Kelompok/blok
Penjelasan uji 1/F untuk kelompok sama seperti di atas. Yang akan ditekankan disini adalah jika Fhitung kelompok/blok (jika menggunakan rancangan acak kelompok, baik sederhana, faktorial atau tersarang) tidak menunjukkan beda nyata pada salah duga sebesar alpa. Ini terkadang diabaikan. Jika ini terjadi maka tidak ada pilihan lain, selain mengubah ke pola percobaan/rancangan lain. Karena kalau dipaksakan akan bermasalah dengan bahasan dan kesimpulan yang akhirnya tidak sah menurut statistik.
Contoh : Fhitung kelompok = 1,5344 dan F0,05(4;15) = 3,0556. Jadi berarti Fhitung kelompok “lebih kecil dari” F0,05(4;15).

Kasus nilai Fa(db1;db2)
Gampangnya dengan cara membuka/melihat tabel Fisher. Mungkin ini merupakan “pola lama” Pola baru dengan cara menggunakan program Excel (Microsoft Excel). Tapi mungkin cukup ribet yang tidak terbiasa. Kalau tadi penggunaan tabel Fisher dikatagorikan gampang/mudah, namun ada lagi yang lebih gampang dengan catatan hanya cukup membuka layar program excel saja.
Contoh : katakan saja ingin tahu berapa nilai F0,05(4;15) seperti di atas dan F0,05(4;15). Perhatikan gambar kotak (ini pada layar program Excel)

Caranya :

  • Posisikan db1 = 4 pada M39 dan db2 pada L40
  • Jika menginginkan nilai F0,05(4;15), posisikan kruser dan klik pada kotak hijau. Selanjutnya ketik =FINV(0.05,M39,L40) ENTER ; demikian pula untuk a = 1% (kotak jingga) yaitu ketik =FINV(0.05,M39,L40) ENTER
  • Yang lebih gampang lagi dan letakan kruser sembarang saja; selanjutnya ketik =FINV(0.05,4,15) ENTER untuk a = 5% dan untuk a = 1% ketik =FINV(0.01,4,15) ENTER
  • 4. Okey deeeh, nggak repot2 cari tabel.
  •  

    SEMOGA BERMANFAAT
    Admin
    Terima Kasih pa HM Aqla

    Tentang a2karim99

    Member MNI (mantan pengajar Fakultas Kehutanan UnLaM, Kalimantan Selatan, Indonesia sejak 1 Juli 2011)
    Pos ini dipublikasikan di Rumusan dan tag . Tandai permalink.

    2 Balasan ke Kasus Uji Fisher

    1. richie berkata:

      maaf, saya mau nannya min, saya mendapat F hitung lebih kecil dari F tabel dimana nilai F = 0, sekian.. ?
      pertanyaannya. apakah perlu dilakukan uji lanjut? jika perlu uji apa yang akan digunakan dan kalau tidak apa alasannya..
      terimakasih sudah bersedia menjawab..

      • a2karim99 berkata:

        1. periksa dulu nilai 1/F hitungnya, apakah lebih-besar atau lebih-kecil dari 5%.
        2. jika nilai 1/F tsb lebih-kecil dari 5%, berarti pengaruh yang diberikan menunjukkan pengaruh nyata. Jika demikian uji lanjutan dapat dilanjutkan.
        3. uji lanjutannya silahkan unduh “Menapis Nilai Uji Beda Rataan (eBook, lihat bagian/halaman akhir) atau lihat pada Nilai2 Uji (Menapis UBR).
        tks anda telah mengunjungi weblog kami.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s